Syarat Bayi Tabung

15 Agustus 2019

SYARAT – SYARAT BAYI TABUNG

Bayi tabung adalah upaya kehamilan diluar cara alami sebagai upaya terakhir untuk membantu suami istri mendapatkan keturunan. Kandidat terbaik untuk program bayi tabung adalah semua pasutri yang ingin punya anak tapi memiliki waktu yang cukup terbatas. Bayi tabung hanya dapat dilaksanakan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan:

  1. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri darimana sel telur itu berasal
  2. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu
  3. Ada sarana kesehatan tertentu

Pada tahun 1979, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang bayi tabung. Dalam fatwa itu. MUI memperbolehkan dilakukan bayi tabung, sebab termasuk hak ikhtiar (usaha) bagi suami istri yang susah mendapat momongan. Ketua MUI Prof. Dr. Khuzaimah T Yanggo menyatakan,”Teknik bayi tabung yang diperbolehkan menurut Islam adalah tidak melibatkan pihak ketiga, jadi sperma dan sel telur harus berasal dari suami isteri yang sah dan masih rukun.

Agar program bayi tabung bisa berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang maksimal, ada beberapa syarat bayi tabung yang harus Anda penuhi. Syarat-syarat bayi tabung adalah sebagai berikut:

  1. Usia

Berapapun usia Anda saat ini, sah-sah saja untuk ikut program bayi tabung. Meski begitu, usia dapat memengaruhi peluang kehamilan pada wanita. Wanita usia 30 tahun ke bawah cenderung memiliki peluang kehamilan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 60 persen. Sementara bagi wanita yang usianya di atas 40 tahun, peluang kehamilan ini akan menurun, menjadi dibawah 45 persen. Biasanya, wanita usia 40 tahun ke atas membutuhkan dua sampai tiga siklus agar program bayi tabungnya sampai berhasil hamil.

  1. Pemeriksaan Dasar
    • Pemeriksaan pada pria

Pihak suami wajib menjalani tes darah dan pemeriksaan sperma terlebih dahulu sebelum menjalani proses bayi tabung. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan infeksi menular seksual (IMS) pada pria yang bisa menghambat bayi tabung.

Pemeriksaan sperma pada pria dilakukan untuk menilai parameter sperma itu sendiri. Meski demikian, program bayi tabung sebenarnya tidak membutuhkan sperma yang berkualitas prima. Pasalnya, program bayi tabung tidak membutuhkan banyak sperma untuk bisa menghasilkan kehamilan. Bahkan, pria yang mengalami azoospermia (sperma kosong) saja tetap bisa memungkinkan untuk mengikuti proses bayi tabung. Hal ini dilakukan dengan cara aspirasi sperma, yaitu mengambil sel sperma secara langsung dari testis untuk program bayi tabung.

    • Pemeriksaan pada wanita

USG merupakan syarat bayi tabung yang harus dilakukan oleh wanita. Tujuan USG ini adalah untuk melihat kemungkinan adanya kelainan pada organ kandungan, baik pada rahim, ovarium (indung telur), tuba falopii (saluran telur), atau organ reproduksi lainnya.

Bila ditemukan adanya kista cokelat (endometriosis), pembengkakan saluran telur, atau polip di dalam rahim, maka semua ini harus diatasi terlebih dahulu sebelum menjalani proses bayi tabung.

Jika ditemukan adanya miom atau kista cokelat yang besarnya lebih dari 4 sentimeter dan mengganggu rongga rahim, maka miom ini harus diangkat terlebih dahulu supaya nantinya embrio dari bayi tabung dapat menempel pada rahim secara optimal.

Selain pemeriksaan USG, wanita juga perlu melakukan pemeriksaan hormonal dan pemeriksaan darah, sama seperti yang dilakukan pada pria. Hal ini bertujuan untuk melihat kemungkinan adanya infeksi menular seksual yang dapat mengganggu proses bayi tabung.

 

3. Berhenti merokok

Salah satu syarat bayi tabung yang harus dipenuhi oleh para pasutri adalah berhenti merokok. Ya, bagi Anda yang terbiasa merokok, ada baiknya segera hentikan

kebiasaan ini kalau memang ingin segera punya anak melalui program bayi tabung. Ini karena rokok dapat menurunkan peluang kehamilan Anda dan pasangan. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menghambat proses bayi tabung yang akan Anda jalani nanti.

 

4.  Makan makanan yang bergizi seimbang

Berbicara soal makanan sehat, hal ini tentu menjadi salah satu syarat bayi tabung yang utama. Pasalnya, makanan bergizi seimbang dapat membuat tubuh pasutri menjadi sehat, sehingga Anda akan lebih siap secara fisik untuk bisa hamil dan memiliki anak.

Anda mungkin sering mendengar bahwa terdapat makanan atau obat tertentu yang dapat meningkatkan peluang kehamilan. Misalnya, pria harus makan tauge dan wanita harus rajin makan madu supaya bisa cepat hamil. Perlu dicatat bahwa tidak ada makanan atau obat tertentu yang dapat meningkatkan peluang kehamilan. Membatasi makanan jenis tertentu justru dapat menghambat peluang kehamilan itu sendiri. Contohnya makanan manis seperti es krim, madu, dan cokelat justru berpotensi merusak kesuburan pria maupun wanita.

Jadi, yang terpenting adalah pastikan Anda dan pasangan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Hal ini memang tidak akan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, akan tetapi jelas membuat tubuh Anda jadi lebih sehat.

Jika tubuh Anda dan pasangan dalam kondisi yang optimal dan sehat, maka secara otomatis organ reproduksinya pun juga akan sehat. Alhasil, program bayi tabung Anda dapat berjalan lancar dan segera mewujudkan harapan Anda berdua untuk punya momongan.

Sumber:

UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan

 

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/syarat-syarat-bayi-tabung/, diakses tanggal 31 Juli 2019, pukul 09:30 WIB

Tentang Klinik dr. Sander B

Klinik dr. Sander B telah memiliki akreditasi ISO 9001 & ISO 45001 dari United Registrar Of Systems (URS).

Copyright © PT. DAYA ADICIPTA MEDIKA 2019. All rights reserved.

× Whatsapp kami sekarang!