Halaman

Berita & Acara

23/Okt/2020

Hand holding a blood glucose meter measuring blood sugar, the background is a stethoscope and chart file

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Jenis-Jenis Diabetes

Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.

Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa ciri-ciri diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa sangat lapar.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
  • Lemas.
  • Pandangan kabur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Beberapa gejala lain juga bisa menjadi ciri-ciri bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:

  • Mulut kering.
  • Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal.
  • Disfungsi ereksi atau impotensi.
  • Mudah tersinggung.
  • Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
  • Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.

Pencegahan Diabetes

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena pemicunya belum diketahui. Sedangkan, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional dapat dicegah, yaitu dengan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, di antaranya adalah:

  • Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahunsumber : alodokter.com

23/Okt/2020

Jogging sore-sore

 

Haiii, sobat Medika, bagaimana kabar kalian? semoga tetap sehat-sehat selalu ya, Amin.

Menikmati udara segar, membuat tubuh lebih bugar, apalagi yang bisa diperoleh dari olahraga? Aktivitas fisik ini memang riskan sekali untuk ditinggalkan. Tubuh perlu bergerak untuk memaksimalkan fungsinya dan olahraga adalah cara mudah yang bisa dilakukan. Baik untuk anak kecil, orang dewasa sampai lansia pun masih memerlukan olahraga untuk menunjang kesehatan.

Apa sih manfaat olahraga ini sendiri bagi tubuh? Dapatkan informasi lengkapnya sebagai berikut.

a. Menjauhkan dari beragam penyakit
Manfaat pertama dari olahraga adalah meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Ketika olahraga, tubuh akan lebih bebas bergerak dan ini akan memicu proses metabolisme dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Hasilnya tubuh lebih sehat dan kuat serta tak mudah terserang penyakit.

b. Membuat tubuh lebih tegap
Gerakan yang dilakukan saat olahraga merangsang semua bagian tubuh agar lebih fleksibel. Otot tubuh juga menjadi lebih elastis dan tidak kaku. Bagi anak-anak olahraga amat penting untuk menunjang postur tubuhnya. Seorang anak yang rutin berolahraga sejak kecil akan memiliki postur tubuh yang tegap dan tidak membungkuk saat berjalan.

c. Merangsang pertumbuhan ideal
Saat tubuh digunakan untuk beraktivitas, kalori yang ada di dalamnya akan terbakar lebih sempurna. Kalori ini akan diproses menjadi energi secara keseluruhan tanpa ada yang tersisa dan berpotensi menimbulkan tumpukan lemak tubuh. Tubuh mendapatkan suplai nutrisi yang cukup untuk melancarkan proses pertumbuhan dan perkembangan secara ideal.

d. Meningkatkan daya pikir
Selain bermanfaat bagi fisik tubuh, jika olahraga teratur juga memiliki peran yang baik untuk meningkatkan daya pikir anak. Buah dari aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin membuat otak lebih tercukupi asupan gizinya. Otak berkembang secara berkala dan membuat si kecil lebih pintar saat proses belajar tiba.

e. Meningkatkan nafsu makan
Kebaikan ini mungkin yang amat dibutuhkan oleh si kecil. Gerakan yang dilakukan saat berolahraga merangsang organ pencernaan juga aktif bergerak. Organ pencernaan akan bekerja lebih optimal untuk menyesuaikan kebutuhan energi bagi tubuh. Makanan yang masuk ke dalam perut akan terproses secara keseluruhan dan membuat si kecil akhirnya mengalami lapar. Dia pun akan makan lebih lahap beragam hidangan sehat yang sudah Anda sajikan. 

Demikian postingan hari ini ya,, semoga bermanfaat untuk kita semua..

Jangan lupa tetap jaga kesehatan, jaga pola tidur, jaga pola makan Anda, kita sama-sama berusaha dan berdoa semoga pandemi ini cepat selesai. Amin


23/Okt/2020

 

“Ketahuilah bahwa adat negeri kami melarang keras gadis-gadis keluar rumah. Ketika saya berusia 12 tahun lalu saya ditahan di rumah; saya mesti masuk tutupan, saya dikurung di dalam rumah seorang diri, sunyi senyap terasing dari dunia luar.”

(Surat Kartini kepada Zeehandelaar, 25 Mei 1899 dalam Simatur, 2014)

Seperti halnya yang dulu dialami seorang Kartini, saat ini kita terpenjara di dalam rumah kita sendiri. Tidak hanya wanita yang tidak boleh keluar rumah, namun kita semua, sungguh tidak ada perbedaan, semua disarankan untuk membatasi diri untuk dari keluar rumah. Tentu kita sedikit beruntung dibanding Ibu kita Kartini, karena meskipun kita terpenjara di dalam rumah, setidaknya kita masih bisa bercanda ria dengan keluarga, dengan segala fasilitas yang ada, sehingga dapat mengurangi tingkat kebosanan yah meskipun pasti akan muncul rasa bosan ketika hari demi hari bergantik namun kita masih belum bisa bebas untuk keluar dari rumah.

Namun, kondisi kita tentu sangat jauh berbeda dengan apa yang dulu dialami oleh sosok bernama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang terlahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. RA Kartini dipingit tanpa ada keluarga yang bisa diajak bercanda tawa, tidak ada televisi atau drama Korea, tidak pula ada internet untuk bersosial media. Yang ada hanya tembok yang mengurungnya!

Tapi, dengan segala keterbatasan yang ada tidak menyurutkan jiwa juangnya untuk memberontak demi menggapai cita-cita dan memperjuangkan hak-hak kaum wanita untuk berkaya dan meraih pendidikan yang lebih layak. Kartini tidak berjuang mengangkat senjata. Kartini tak perlu pula bergerilya bersama tantara. Namun ia berjuang dengan goresan pena.

Dengan kegigihan dan keberaniannya, ia berhasil meyakinkan pada siapa saja bahwa wanita harus memperoleh hak pendidikan yang sama, agar kelak dapat membantu dan membekali kodratnya sebagai ibu untuk anak-anak mereka. Pada tulisan ini, saya ingin berbagi tentang semangat juang yang dapat kita teladani di saat kita bernasib hampir sama dengan RA Kartini: dikarantina di dalam rumah.


23/Okt/2020

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

1. Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
2. Batuk
3. Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter?
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Pengobatan Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

1. Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
2. Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
3. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
4. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Tetap jaga kesehatan ya sahabat Medika.!! 


23/Okt/2020

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya terjadi 15000 kasus kanker serviks setiap tahunnya di Indonesia.

Jenis Kanker Serviks

Deteksi jenis kanker serviks yang diderita pasien akan membantu dokter dalam memberikan penanganan yang tepat. Jenis kanker serviks terbagi dua, yaitu:

  • Karsinoma sel skuamosa (KSS). KSS adalah jenis kanker serviks yang paling sering terjadi. KSS bermula pada sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim.
  • Adenokarsinoma. Jenis kanker serviks ini bermula pada sel kelenjar pada saluran leher rahim.

Stadium Kanker Serviks

Tahap atau stadium digunakan untuk menjelaskan tingkat penyebaran kanker. Semakin tinggi stadium kanker, maka semakin luas penyebarannya. Berikut ini adalah stadium kanker serviks berdasarkan penyebarannya:

Stadium 1

  • Sel kanker tumbuh di permukaan leher rahim, tetapi belum menyebar ke luar rahim.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
  • Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.

 Stadium 2

  • Kanker sudah menyebar ke rahim, namun belum menyebar hingga ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
  • Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.

Stadium 3

  • Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, serta menekan saluran kemih dan menyebabkan hidronefrosis.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.

Stadium 4

Berikut adalah angka harapan hidup pada penderita kanker serviks berdasarkan stadium yang dialami:

  • Stadium 1 – 80-93%
  • Stadium 2 – 58-63%
  • Stadium 3 – 32-35%
  • Stadium 4 – 15-16%

Apa obat kanker serviks yang sering digunakan?

    1. Operasi
    2. Radioterapi
    3. Kemoterapi

Namun, hal yang paling ditekankan dari Kanker Serviks ini adalah tindakan untuk PENCEGAHAN.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks (kanker leher rahim)?

  • Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks atau HPV pada serviks. Penting untuk melakukan follow up dengan dokter setelah hasil tes pap smear yang abnormal agar Anda dapat mendapatkan perawatan dengan tepat waktu.

 

  • Jika Anda berusia di bawah 26 tahun, Anda dapat mendapatkan vaksin HPV yang dapat melindungi dari 2 jenis HPV 16 dan HPV 18, jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

 

  • Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman, dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.

 

  • Untuk mencegah kanker berkembang ke tahap stadium yang lebih serius, Anda perlu menjalani gaya hidup sehat. Misalnya dengan menjaga pola makan bernutrisi seimbang, rajin berolahraga sesuai dengan kemampuan dan saran dokter, istirahat yang cukup, mengelola stres, berhenti merokok dan minum alkohol, serta mengurangi paparan zat berbahaya misalnya dari polusi, pestisida, dan makanan kemasan.

 

Sumber :

  1. https://www.alodokter.com/kanker-serviks
  2. https://hellosehat.com/penyakit/kanker-serviks-kanker-leher-rahim/

 


23/Okt/2020

Angin Duduk

Angina atau angin duduk adalah nyeri dada yang muncul akibat adanya gangguan/ berkurangnya aliran darah ke jaringan otot jantung akibat pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. Pembuluh koroner jantung berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah dengan baik. Ketika pembuluh koroner mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner, yaitu pembentukan plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah koroner (aterosklerosis). Pembuluh darah koroner yang sudah menyempit tersebut dapat makin menyempit saat penderita melakukan aktivitas.

Angina menyebabkan dada terasa seperti ditekan atau diremas. Bukan hanya di dada, tetapi juga di bahu, lengan, leher, atau punggung. Pada wanita, terkadang nyeri dada dapat terasa seperti ditusuk benda tajam. Kondisi ini biasanya terjadi selama 15 menit sampai gejalanya hilang perlahan. Angina bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Gejala lain yang dapat menyertai angina yaitu keringat dingin, mual, pusing, lemas dan sesak napas.

Jenis-jenis Angina:

  1. Angina Stabil

Arteri yang menyempit menyebabkan rasa sakit, tekanan, dan gejala lain ketika bergerak. Gejala biasanya hilang setelah beristirahat. Jika berada di bawah perawatan dokter, gunakan nitrogliserin untuk mendapatkan bantuan. 

  1. Angina tidak stabil

Ketika menderita jenis angina tidak stabil, dapat mungkin merasakan nyeri dada yang menjadi lebih intens, berlangsung lebih lama, atau bahkan terjadi ketika sedang beristirahat.

  1. Angina varian (angina Prinzmetal) 

Dibandingkan jenis angina lainnya, angina varian cenderung lebih jarang terjadi. Penyebab angin duduk jenis ini berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah. Hal ini terjadi ketika arteri koroner yang memasok darah dan oksigen ke jantung Anda mengalami penyempitan sementara karena spasme. Spasme adalah kondisi saat otot jantung yang tiba-tiba mengencang dan menegang hingga terasa sangat menyakitkan. Angina jenis ini dapat terjadi kapan saja, termasuk saat Anda beristirahat, biasanya saat tengah malam atau dini hari.

  1. Angina mikrovaskular 

Angina jenis ini disebabkan oleh penyakit mikrovaskuler koroner. Ini merupakan penyakit jantung yang memengaruhi pembuluh darah arteri koroner terkecil di jantung dan lebih cenderung terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penyakit mikrovaskuler koroner juga disebut sindroma jantung X dan PJK non-obstruktif. Penyebab angin duduk jenis ini umumnya terjadi saat Anda sedang aktif secara fisik atau mengalami gangguan emosional. Gejala ini biasanya mereda setelah beberapa menit, terlebih saat Anda duduk atau istirahat.

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang menimbulkan angina pada penderitanya. Faktor tersebut di antaranya:

    1. Kolesterol tinggi
    2. Diabetes
    3. Hipertensi
    4. Stres
    5. Obesitas
    6. Merokok
    7. Kurang berolahraga
    8. Memiliki keluarga yang pernah mengalami angin duduk
    9. Laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan 55 tahun ke atas
    10. Mengonsumsi minuman beralkohol telalu banyak

Supaya terhindar dari risiko angina, sudah saatnya bagi kita untuk menghindari berbagai faktor risikonya. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan medis untuk mendeteksi angina seperti:

    1. Elektrokardiogram (EKG), adalah alat yang berfungsi untuk mencatat aktivitas listrik jantung dan mendeteksi saat-saat jantung kekurangan oksigen
    2. Tes stress, adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk membaca tekanan darah dan hasil EKG saat pasien melakukan aktivitas fisik (lari di treadmill).
    3. Rontgen dada, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk melihat struktur dalam dada.
    4. Angiografi koroner, adalah prosedur medis yang menggunakan citra dan sinar-X khusus untuk melihat bagian dalam arteri koroner.
    5. Tes darah,adalah pemeriksaan kadar lemak, kolesterol, gula, dan protein.

Jika sudah memiliki penyakit jantung, lakukan hal-hal yang bisa membantu menunda penyempitan pembuluh darah. Berikut beberapa hal untuk mencegah angina:

    1. Mengontrol tekanan darah
    2. Membatasi makanan yang mengandung kolesterol tinggi
    3. Rutin olahraga
    4. Menjaga berat badan tetap sehat
    5. Mengendalikan gula darah
    6. Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol
    7. Tidur yang cukup, yaitu 6-8 jam sehari
    8. Menjaga gula darah bagi penderita diabetes

Sumber:

1.  Everything you need to know about angina. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8886.php, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 09:45 WIB.

2.  Angina (Chest Pain) https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain#.WQhqkNJ97IW, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 10:07 WIB.

3.  Angina – Causes, Symptoms & Treatments https://www.bhf.org.uk/informationsupport/conditions/angina, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 10:00 WIB


23/Okt/2020

ARTIKEL : HEPATITIS

Apa itu penyakit hepatitis?

Penyakit hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 5 jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E. Karakteristik dari masing-masing jenis ini berbeda, maka dari itu gejala dan pengobatannya juga beragam.

 



image source : http://wikipedia.com

Apa penyebab hepatitis?

Hepatitis bisa berupa hepatitis virus (infeksi virus) atau hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun).

Hepatitis virus

Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi dapat terjadi melalui penggunaan jarum yang terkontaminasi virus (seperti melalui suntikan narkoba, tato, tindik tubuh, suntikan obat, atau jarum transfusi), tinggal bersama atau melakukan hubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis, atau menjadi petugas kesehatan yang bekerja dengan pasien hepatitis juga bisa berakibat pada infeksi hepatitis. Ada juga risiko infeksi virus hepatitis jika Anda mengonsumsi sumber air atau makanan yang tidak aman.

Hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun)

Alkohol dapat melemahkan kerja hati sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi hepatitis. Bahkan, konsumsi alkohol bisa menyebabkan banyak penyakit hati seperti perlemakan hati alkoholik (terlalu banyak penumpukan lemak di hati) atau sirosis (kerusakan hati).

Hepatitis autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang hati. Ini normalnya tidak terjadi, tetapi bisa menyebabkan penurunan fungsi hati dan menyebabkan kerusakan hati. Ada dua jenis hepatitis autoimun, dengan hepatitis autoimun tipe 1 lebih umum dibandingkan hepatitis autoimun tipe 2. Penderita hepatitis autoimun juga bisa memiliki gangguan autoimun lainnya, seperti penyakit Celiacrheumatoid arthritis atau kolitis ulseratif.

Siapa yang berisiko terkena penyakit hepatitis?

Siapa saja bisa terkena hepatitis. Tapi ada beberapa perilaku tertentu yang meningkatkan risiko Anda terhadap virus ini:

  • Berbagi jarum dengan orang lain, baik untuk penggunaan obat atau modifikasi tubuh (tato atau tindik)
  • Menderita HIV — HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinan masuknya virus oportunistik
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom(baik anal dan oral)
  • Menggunakan obat yang merusak hati, seperti acetaminophen (Tylenol dan lainnya), atau methotrexate (Trexall, Rheumatrex)
  • Berbagi alat makandengan penderita hepatitis A dan E
  • Menggunakan sumber air dan makanan yang terkontaminasi, baik dari lingkungan tempat tinggal atau dari tempat yang baru saja Anda kunjungi
  • Melakukan prosedur medis seperti transfusi darah, kemoterapi atau terapi penekan sistem kekebalan tubuh
  • Penularan dari ibu ke anak

Apa saja gejala hepatitis?

Tidak semua kasus hepatitis menimbulkan gejala, atau jikapun ada, gejalanya cukup samar pada tahapan awal dalam sekitar 80% kasus. Dua puluh persen kasus lainnya bisa menunjukkan gejala dengan tingkat bervariasi. Ada kemungkinan bagi Anda untuk langsung mengalami gejala setelah terinfeksi. Gejala bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian orang, meliputi:

  • Demam 
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Nyeri lambung 
  • Nyeri sendi atau otot
  • Buang air kecil atau besar yang tidak lazim
  • Warna kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice, tanda dari penyakit hati)
  • Perasaan gatal
  • Perubahan mental, seperti kurangnya konsentrasi atau koma
  • Perdarahan dalam

 

Bagaimana cara mengobati hepatitis?

Pengobatan hepatitis biasanya berfokus untuk mengurangi tanda dan gejalanya. Anda mungkin harus:

  • Pasien hepatitis merasa lelah dan sakit dan tidak banyak memiliki energi.
  • Mengatasi mual. Cobalah untuk membagi makanan Anda menjadi beberapa porsi kecil dan menghabiskannya perlahan dalam satu hari untuk mendapatkan cukup energi. Pilihlah makanan berkalori tinggi seperti jus buah-buahan atau susu daripada air putih.
  • Istirahatkan hati. Hati Anda bisa mengalami kesulitan dalam menyerap obat dan alkohol. Jangan minum alkoholselama terinfeksi hepatitis.
  • Hindari aktivitas seksual. Hepatitis bisa menular lewat aktivitas seksual. Hindari setiap akvitias seksual adalah cara teraman, tetapi Anda bisa menikmati seks dengan kondom.
  • Cuci tangandengan seksama setelah dari toilet. Virus hepatitis bisa menular dengan mudah dari feses ke tangan atau barang lainnya. Gosok tangan dengan kuat selama minimal 20 detik dan bilas secara menyeluruh. Keringkan tangan dengan tisu.
  • Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain selama Anda memiliki infeksi aktif. Anda bisa dengan mudah menularkan infeksi ke orang lain.

Penyakit hepatitis adalah infeksi peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Menerapkan kebersihan yang baik, termasuk sering mencuci tangan, adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari hepatitis.

 


23/Okt/2020

Dengan hanya Rp. 46.9 jt  anda sudah dapat melakukan program IVF dengan didukung oleh tenaga medis berkualitas, professional dan peralatan yang canggih.


23/Okt/2020

Hayy sahabat Medika,,,, lagi musim hujan nih dan sepertinya merata di seluruh pelosok negeri tercinta ini, ada juga yang sudah terkena bencana banjir, longsor, dan bahkan sudah ada korban meninggal dunia. Semoga setiap keluarga yang terkena dampak bencana akibat cuaca yang ekstrim diberikan Tuhan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapinya, Amin. Mari kawan-kawan berdoa buat setiap mereka.

Curah hujan yang meningkat akan mengakibatkan beberapa penyakit yang akan menyerang kita setiap saat, dan pada postingan harii ini kita akan membahas tentang Influenza. Apa sih influenza itu? Simak artikel dibawah ini ya.

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penderita flu akan mengalami demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat, serta batuk.

Banyak orang mengira flu sama dengan batuk pilek biasa (common cold). Walaupun gejalanya mirip, kedua kondisi ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasa cenderung ringan dan muncul secara bertahap.

Flu merupakan penyakit yang mudah menular ke orang lain, terutama pada 3-4 hari pertama setelah penderita terinfeksi. Bahkan pada beberapa kasus, penderita flu dapat menularkan penyakitnya sebelum gejala muncul.

Penyebab Flu

Seseorang dapat tertular flu jika tidak sengaja menghirup percikan air liur di udara, yang dikeluarkan penderita ketika bersin atau batuk. Selain itu, menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita, juga bisa menjadi sarana penularan virus flu.

Gejala Flu

Gejala flu antara lain demam, pilek, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Meskipun sama dengan gejala batuk pilek biasa, gejala flu terasa lebih parah dan sering kali menyerang tiba-tiba.

Segeralah berobat ke dokter jika gejala di atas tidak kunjung membaik setelah dua minggu, atau membaik namun kemudian memburuk. Tindakan darurat perlu dilakukan bila gejala flu disertai sesak napas atau penurunan kesadaran.

Pengobatan dan Pencegahan Flu

Flu ringan dapat diatasi dengan banyak beristirahat dan minum banyak cairan. Namun bila gejalanya berat, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diberikan obat untuk mempercepat kesembuhan dan mencegah komplikasi.

Cara mencegah flu yang paling efektif adalah menjalani vaksinasi influenza. Selain itu, Anda juga diajurkan untuk rajin cuci tangan serta menghindari berdekatan dengan penderita flu.

Di klinik dr. Sander B lagi ada promo vaksin inluenza loh, kuyy sahabat-sahabat medika ke Klinik dr.Sander B.

Tetap jaga kesehatan ya…

 


Tentang Klinik dr. Sander B

Klinik dr. Sander B telah memiliki akreditasi ISO 9001 & ISO 45001 dari United Registrar Of Systems (URS).

Copyright © PT. DAYA ADICIPTA MEDIKA 2019. All rights reserved.

× Whatsapp kami sekarang!