Halaman

Berita & Acara

04/Des/2020

Hi Mom,

Seminar awam bayi tabung kembali hadir!

Yuk mom datang dan ajak pasangan anda untuk konsultasikan dengan pakarnya dalam acara “Seminar Awam Bayi Tabung” Klinik SMART IVF Daya Medika yang akan membahas topik-topik kekinian seputar segala sesuatu tentang Bayi Tabung dan Inseminasi.

Sabtu, 30 November 2019
PK : 11.00 WIB s/d selesai 

Yuk segera daftar kuota terbatas untuk 15 pasangan.

Klinik dr. Sander B
Ruko Agave Jl. Tomang Tol Raya Blok A1. No. 16-18 Kedoya Selatan Kebon Jeruk Jakarta Barat
Telp : (021) 5812781/82
WA/Tlp : 0877 8202 2448
Website : www.dayamedika.com

Pendaftaran juga dapat dilakukan disini :


04/Des/2020

Hi Mom,

Ternyata sampe saat ini masih banyak loh yang menganggap Bayi Tabung itu sebelah mata karena biaya yang mahal sementara angka keberhasilan rendah.

Yuk mom dan pasangan datang dan konsultasikan dengan pakarnya dalam acara “Seminar Awam Bayi Tabung” Klinik SMART IVF Daya Medika yang akan membahas topik-topik kekinian seputar segala sesuatu tentang Bayi Tabung dan Inseminasi.

Sabtu, 28 September 2019
PK : 09.00 – 11.00 WIB

Yuk segera daftar kuota terbatas untuk 20 orang.

Klinik dr. Sander B
Ruko Agave Jl. Tomang Tol Raya Blok A1. No. 16-18 Kedoya Selatan Kebon Jeruk Jakarta Barat
Telp : (021) 5812781/82
WA/Tlp : 0877 8202 2448
Website : www.dayamedika.com

Pendaftaran juga dapat dilakukan disini :


1-FILEminimizer.jpg
04/Des/2020

Klinik dr. Sander B Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan kegiatan donor darah rutin yang di lakukan di Klinik dr. Sander B Kedoya. “SETETES DARAH UNTUK KEHIDUPAN”, jangan lewatkan promo tentang kegiatan ini di page promo Syarat Menjadi Penyumbang darah Untuk dapat menyumbangkan darah, seseorang mengisi formulir pendaftaran dan secara umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Sehat Jasmani dan Rohani
  2. Calon penyumbang harus berusia 17-65 tahun,
  3. Berat badan minimal 45 kg
  4. Kadar hemoglobin >12,5 gr% sampai dengan 17,0g%
  5. Tekanan darah (sistol) 100-170 mmHg ]]) dan (diastol) 70-100 mmHg
  6. Suhu tubuh antara 36,6-37,5 derajat Celcius
  7. Tidak mengalami gangguan pembekuan darah (hemofilia)
  8. Denyut nadi antara 50-100 kali/menit
  9. Rentang waktu penyumbang minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 1 tahun)
  Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

banner2-ori-FILEminimizer.jpg
04/Des/2020

Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien. Biasanya, pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis, mulai dari bagian kepala dan berakhir pada anggota gerak yaitu kaki. Pemeriksaan secara sistematis tersebut disebut teknik Head to Toe. Setelah pemeriksaan organ utama diperiksa dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, beberapa tes khusus mungkin diperlukan seperti test neurologi. Dalam Pemeriksaan fisik daerah abdomen pemeriksaan dilakukan dengan sistematis inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi. Dengan petunjuk yang didapat selama pemeriksaan riwayat dan fisik, ahli medis dapat menyususn sebuah diagnosis diferensial,yakni sebuah daftar penyebab yang mungkin menyebabkan gejala tersebut. Beberapa tes akan dilakukan untuk meyakinkan penyebab tersebut. Sebuah pemeriksaan yang lengkap akan terdiri diri penilaian kondisi pasien secara umum dan sistem organ yang spesifik. Dalam praktiknya, tanda vital atau pemeriksaan suhu, denyut dan tekanan darah selalu dilakukan pertama kali. Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

04/Des/2020

Klikdokter.com, Jakarta Secara medis, umumnya seseorang dikatakan mengalami dehidrasi apabila kehilangan cairan dalam jumlah banyak, sehingga tubuh mulai kehilangan kemampuan untuk berfungsi secara normal. Dehidrasi bisa terjadi secara akut atau sementara, maupun kronis atau dalam jangka waktu lebih panjang. Dehidrasi akut umumnya berhubungan dengan kejadian tertentu, misalnya olahraga yang terlalu keras hingga menyebabkan banyak berkeringat, diare, muntah, dan sebagainya. Di sisi lain, dehidrasi kronis umumnya lebih berhubungan dengan gaya hidup, misalnya jarang minum, kesulitan mengakses air bersih, dan lain-lain. Menariknya, diperkirakan sekitar 75 persen dari masyarakat Indonesia menderita dehidrasi kronis.

Komplikasi akibat dehidrasi

Air sendiri merupakan komponen penyusun tubuh yang esensial. Sekitar 60 persen tubuh tersusun oleh air. Selain itu, kurang lebih 75 persen dari otot dan 85 persen dari otak manusia terdiri dari air. Tidak heran apabila kekurangan cairan sangat mempengaruhi kerja tubuh. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang akan terjadi pada sistem organ saat Anda mengalami dehidrasi:

1. Ginjal dan saluran kemih

Walaupun hasil penelitian masih bervariasi, kebanyakan ahli sepakat kekurangan cairan meningkatkan resiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama ISK berulang, dan konsumsi cukup cairan memberikan efek positif terhadap ISK. Selain itu, berbagai studi juga menyimpulkan dehidrasi berkaitan dengan munculnya penyakit batu ginjal dan gagal ginjal kronis.

2. Pencernaan

Kekurangan cairan berkaitan dengan konstipasi atau sembelit. Oleh karena itu, selalu disarankan agar Anda banyak minum dan mengonsumsi makanan sumber serat untuk menghindari konstipasi. Kecukupan cairan tubuh juga diperkirakan dapat melindungi Anda dari risiko batu empedu lewat mendukung pengosongan kantung empedu. Konsumsi banyak cairan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal, terutama pada bagian distal, yakni ujung usus.

3. Peredaran darah

Dehidrasi dikaitan dengan peningkatan kekentalan plasma darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya deep vein thrombosis (DVT) dan emboli pulmoner, penyakit jantung koroner, serta hipotensi orthostatik (penurunan tekanan darah dengan perubahan posisi dari duduk atau tidur ke berdiri).

4. Saraf

Dilaporkan bahwa kekurangan cairan dapat menimbulkan delirium atau kehilangan fokus hingga penurunan kesadaran. Peningkatkan konsumsi cairan juga dikaitkan dengan pengurangan intensitas pada migrain.

5. Metabolik

Konsumsi cairan dapat bersifat protektif terhadap keadaan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) yang sering kali dihubungkan dengan penyakit diabetes. Selain itu, dehidrasi dikaitan dengan hasil klinis yang buruk pada pasien diabetik ketoasidosis. Beberapa studi, walaupun hasilnya masih inkonsisten, mengaitkan konsumsi cukup cairan dengan proses menurunkan berat badan, sehingga terbukti minum banyak air juga dapat membantu mencegah obesitas. Dehidrasi ditemukan berdampak pada saluran pernapasan, sehingga pada pasien asma biasanya disarankan untuk menghirup udara lembab.

6. Kandungan

Selama kehamilan, dehidrasi dapat menyebabkan kurangnya cairan ketuban, sehingga menyebabkan oligohidramnion atau penurunan jumlah air ketuban. Kecukupan cairan juga sangat disarankan bagi ibu menyusui agar proses menyusui berjalan lancar. Agar lebih waspada dan terhindar dari berbagai komplikasi akibat dehidrasi kronis, penting bagi anda untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi. Secara sederhana, rasa haus, air seni berbau dan berwarna gelap, kulit kering, dan rasa pusing dapat menjadi pertanda anda mengalami dehidrasi. Meski demikian, tanpa kemunculan tanda-tanda dehidrasi tersebut, ada baiknya Anda membiasakan diri minum air yang cukup. Sebab, memenuhi kebutuhan cairan harian adalah salah satu cara termudah untuk menjaga kesehatan. [NP/ RVS]

Tentang Klinik dr. Sander B

Klinik dr. Sander B telah memiliki akreditasi ISO 9001 & ISO 45001 dari United Registrar Of Systems (URS).

Copyright © PT. DAYA ADICIPTA MEDIKA 2019. All rights reserved.

× Whatsapp kami sekarang!