Halaman

Berita & Acara

23/Okt/2020

Pre marital check up ialah check up atau pemeriksaan kesehatan yang umumnya dilakukan oleh pasangan calon suami dan istri sebelum memulai bahtera rumah tangga mereka. 

Untuk menghadapi lembar baru dalam fase hidupmu, sebaiknya kamu melakukan cek kesehatan agar benar benar mengetahui keadaan tubuh dan kesehatan kamu dan pasanganmu.

Tujuan utama dari pre marital check up sendiri ialah agar kamu dan pasanganmu dapat mengetahui ada tidaknya penyakit genetik dan penyakit akibat infeksi yang sifatnya menular

 

 

 

Apa Saja yang Di Cek dalam Pre Marital Check Up ?

  1. Tes Golongan Darah

Tes golongan darah ini selain menentukan kamu golongan darah A, B, O atau AB, juga dapat menemukan golongan darahmu dan pasangan termasuk rhesus apa, rhesus positif atau rhesus negatif. Walaupun terkesan sederhana, namun hal ini merupakan hal sangat penting bila kamu dan pasangan akan menikah dan memiliki keinginan menimang buah hati, bila darahmu dan pasangan tidak cocok, bila terjadi kehamilan kelak ditakutkan akan mengganggu kesehatan dan perkembangan janin dan bayimu di masa depan.

 

  1. Tes Kelainan Darah

Tes kelainan darah ini menjadi penting adannya karena bila kamu kelak hamil namun memiliki kelainan pada darah, maka akan mengganggu kondisi kesehatan janin yang kamu kandung. Tes kelainan darah juga dapat menunjukan apakah ada penyakit thalassemia dan hemofila pada tubuh mu dan pasangan.

 

  1. Tes Penyakit Menular

Tes penyakit menular biasanya dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit menular seksual, penyakit HIV dan penyakit hepatitis B. Tes ini sangat penting dilakukan karena dengan tes in kamu dan pasangan sama sama tahu kesehatan organ seksual masing-masing sehingga sebelum memulai hidup baru sebagai suami dan istri. Kamu dan pasangan dapat sama-sama yakin kalian berdua sehat dan tidak akan menularkan penyakit kelamin kepada pasangan.

 

  1. Tes Penyakit Genetik

tes penyakit genetik ini akan mengungkapkan apakah kamu dan pasanganmu memliki penyakit genetik yang perlu diwaspadai sebelum memulai hidup baru sebagai suami dan istri sehingga dapat mencegah munculnya penyakit baru yang akan muncul bila sudah menjadi suami istri kelak.

 

Kapan harus dilakukan?

Premarital check up bisa Anda lakukan bersama pasangan beberapa bulan sebelum menikah atau setelah menikah atau ketika Anda sedang berencana memiliki anak. Dengan begitu, perencanaan Anda untuk memiliki anak menjadi lebih matang.

Bagaimana Jika Hasil Premarital Check Up Tidak Baik?

Haruskah pernikahan batal karena hasil premarital check up buruk? Jangan khawair, hasil premarital check up yang tidak baik bukan berarti pernikahan kamu dan pasangan batal. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penangan yang baik. Tujuan premarital check up bukanlah mencari kesalahan tapi menghindari hal buruk yang mungkin terjadi.

Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi sudah tidak ragu lagi untuk melakukan premarital check up bukan? Semoga bermanfaat dan selamat mempersiapkan pernikahan dengan bahagia.

 

Sumber :

  1. https://www.honestdocs.id/pre-marital-check-up
  2. https://www.fimela.com/beauty-health/read/3777404/haruskah-melakukan-premarital-check-up-sebelum-menikah-ini-manfaatnya
  3. https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/untuk-apa-premarital-check-up/

23/Okt/2020

Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro (in vitro fertilisation, IVF), atau sering disebut bayi tabung, adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita: in vitro (“di dalam gelas kaca”). Proses ini melibatkan pemantauan dan stimulasi proses ovulasi seorang wanita, mengambil suatu ovum atau sel-sel telur dari ovarium (indung telur) wanita itu dan membiarkan sperma membuahi sel-sel tersebut di dalam sebuah medium cair di laboratorium. Sel telur yang telah dibuahi (zigot) dikultur selama 2–6 hari di dalam sebuah medium pertumbuhan dan kemudian dipindahkan ke rahim wanita yang sama ataupun wanita yang lain, dengan tujuan menciptakan keberhasilan kehamilan.

Teknik-teknik IVF dapat digunakan dalam berbagai jenis situasi, dan merupakan salah satu teknik dalam teknologi reproduksi dengan bantuan untuk penanganan infertilitas. Teknik-teknik IVF juga digunakan dalam surogasi kehamilan, yang dalam kasus ini sel telur yang telah dibuahi ditanam di dalam rahim ‘titipan’ wanita lain sehingga anak yang dilahirkan secara genetik tidak terkait dengan wanita tersebut. Dalam beberapa situasi, sel-sel sperma atau sel-sel telur donasi dapat digunakan. Sejumlah negara melarang atau sebaliknya melakukan regulasi ketersediaan pengerjaan IVF sehingga menimbulkan wisata fertilitas. Pembatasan atas ketersediaan IVF misalnya karena biaya dan usia untuk menghasilkan suatu kehamilan yang sehat dalam jangka waktu normal. Karena biaya prosedur ini, IVF umumnya diupayakan hanya setelah pilihan lain yang lebih murah telah gagal.

Tingkat keberhasilan

Tingkat keberhasilan IVF adalah persentase dari semua prosedur IVF yang memberikan hasil sesuai keinginan. Tergantung pada jenis kalkulasi yang digunakan, hasil tersebut mungkin merepresentasikan jumlah kehamilan yang terkonfirmasi, disebut tingkat kehamilan, atau jumlah kelahiran hidup, disebut tingkat kelahiran hidup. Tingkat keberhasilannya bergantung pada berbagai faktor variabel seperti usia maternal, penyebab infertilitas, status embrio, riwayat reproduksi, dan faktor-faktor gaya hidup.

Usia maternal (maternal age): kandidat IVF yang lebih muda lebih memungkinkan untuk hamil. Wanita yang usianya lebih dari 41 tahun lebih mungkin hamil dengan suatu sel telur donor.

Riwayat reproduksi: wanita yang sebelumnya pernah hamil dalam banyak kasus lebih mungkin berhasil menggunakan IVF daripada wanita yang belum pernah hamil.

Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Tentang Klinik dr. Sander B

Klinik dr. Sander B telah memiliki akreditasi ISO 9001 & ISO 45001 dari United Registrar Of Systems (URS).

Copyright © PT. DAYA ADICIPTA MEDIKA 2019. All rights reserved.

× Whatsapp kami sekarang!