Halaman

Berita & Acara

02/Feb/2023

Sumber : Unsplash.com

Diabetes adalah kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh menggunakan hormon insulin. Penyakit diabetes umumnya ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Diabetes bisa diobati dengan berbagai cara, seperti terapi insulin, konsumsi obat-obatan diabetes, mengatur pola makan, hingga rutin berolahraga.

Berikut ini terdapat beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes.

  • Jalan Kaki

Melakukan aktivitas jalan kaki atau jalan santai setelah jeda makan bisa mengatur kadar gula darah dengan lebih. Anda bisa melakukan-nya secara konsisten sesuai dengan kondisi Anda. Selain melakukan lari di luar ruangan (outdor), Anda juga bisa mencoba treadmill.

  • Bersepeda

Melakukan aktivitas fisik seperti bersepeda juga bisa meningkatkan sensivitas insulin pada otot orang yang mengalami diabetes. Melatih jantung lebih kuat, paru-paru bisa bekerja dengan baik, mencegah obesitas bisa dilakukan dengan bersepeda.

  • Angkat Beban

Latihan fisik lainnya seperti angkat beban juga bisa penderita lakukan untuk tetap meningkatkan massa otot sehingga lebih mudah mengendalikan gula darah.

  • Yoga

Yoga merupakan praktek meditasi yang menggunakan berat badan untuk memperkuat otot sambil meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas. Yoga cocok dilakukan penderita diabetes tipe 2 karena merangsang pelepasan hormon endorfin yang dapat membuat suasana hati jadi lebih baik dan meredakan stres.

Sumber : Kompas | Everyday Health


02/Feb/2023

Anda mungkin tidak asing dengan malaria, tetapi apakah Anda tahu bahwa malaria merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia?

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria akan mengeluhkan gejala demam dan menggigil.

Penyebab Malaria
Manusia dapat terkena malaria setelah digigit nyamuk yang terdapat parasit malaria di dalam tubuh nyamuk. Gigitan nyamuk tersebut menyebabkan parasit masuk ke dalam tubuh manusia. Parasit ini akan menetap di organ hati sebelum siap menyerang sel darah merah.

Parasit malaria ini bernama Plasmodium. Jenis Plasmodium bermacam-macam, dan akan berpengaruh terhadap gejala yang ditimbulkan serta pengobatannya.

Gejala Malaria
Gejala malaria timbul setidaknya 10-15 hari setelah digigit nyamuk. Munculnya gejala melalui tiga tahap selama 6-12 jam, yaitu menggigil, demam dan sakit kepala, lalu mengeluarkan banyak keringat dan lemas sebelum suhu tubuh kembali normal. Tahapan gejala malaria dapat timbul mengikuti siklus tertentu, yaitu 3 hari sekali (tertiana) atau 4 hari sekali (kuartana).

Pencegahan Malaria
Meski belum ada vaksinasi untuk mencegah malaria, dokter dapat meresepkan obat antimalaria sebagai pencegahan jika seseorang berencana bepergian atau tinggal di area yang banyak kasus malarianya. Selain itu, pencegahan bisa dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk dengan memasang kelambu pada tempat tidur, menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan krim atau semprotan antinyamuk. Langkah pencegahan gigitan nyamuk juga penting untuk selalu dilakukan pada anak-anak.

 

Sumber : https://www.alodokter.com/malaria


02/Feb/2023

Selama bulan suci Ramadan, semua umat Muslim diseluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa selama 1 bulan penuh sebagai bentuk ibadah. Selama berpuasa tentunya tubuh tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman, apalagi untuk olahraga. Lalu bagaimana tips olahraga saat puasa demi menjaga tubuh tetap bugar?

Olahraga secara teratur bertujuan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik di bulan Ramadan? Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan?

       1. Waktu yang tepat saat olahraga

Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman. Opsi yang lain adalah sebelum berbuka puasa. Anda bisa olahraga sekitar 30-60 menit menjelang berbuka. Namun itu semua tergantung dari kebugaran tubuh Anda.

      2. Pilihan olahraga saat berpuasa
Jenis olahraga yang bisa Anda lakukan selama berpuasa adalah jenis olahraga yang ringan sampai sedang, sebagai contoh jalan santai, jogging maupun bersepeda.

       3. Asupan makanan yang diperlukan selama berpuasa
Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.
Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. Namun, usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan. Pastikan menu makanan tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

        4. Perhatikan jam tidur
Tips terakhir agar tetap bisa olahraga saat puasa adalah perhatikan waktu tidur. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.

Selamat berpuasa buat teman-teman yang sedang menjalankan ibadah puasa. Salam sehat.

 


02/Feb/2023

Berpuasa bukanlah alasan untuk malas-malasan apalagi melupakan makanan sehat. Orang yang sedang berpuasa cenderung melahap apa saja ketika beduk Magrib tiba. Padahal, hal ini bisa merugikan kesehatan Anda.

Jalani tips puasa fit untuk membantu tubuh tetap bugar selama Ramadan. Tetap penuhi nutrisi harian saat sahur dan berbuka, serta rutin olahraga.

Disaat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan seperti biasanya, cobalah jaga kebugaran tubuh Anda dengan menjalankan berbagai tips berpuasa ini :

– Jangan lupakan untuk minum air putih
– Jangan kalap saat berbuka puasa
– Jangan malas-malasan
– Konsumsi protein
– Jangan lupakan makanan alami
– Melakukan olahraga ringan
– Hindari makanaan dan minuman manis yang berlebihan
– Hindari makanan berminyak yang berlebihan

Itulah tips yang bisa Anda coba untuk tetap sehat walaupun sedang berpuasa. Selamat menjalanan Ibadah Puasa.

#KlinikdrSanderBSaja

#SalamSehat


02/Feb/2023

Penyakit kanker terbanyak pada perempuan Indonesia adalah kanker payudara, kanker serviks dan kanker ovarium . Kanker serviks sering disebut dengan kanker leher rahim pada organ reproduksi wanita yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau HPV, di Indonesia tercatat dari 40 wanita terdiagnosa kanker serviks setiap harinya, 20 diantaranya meninggal dunia jika tidak dilakukan deteksi dini. Saat ini dengan perkembangan teknologi pemeriksaan skrining penyakit kanker serviks dapat dilakukan pada perempuan dari remaja hingga dewasa dan dapat diobati sesuai dengan stadium kanker yang diderita.

Untuk pencegahan dapat dilakukan vaksin HPV dengan periode pemberian jangka waktu tertentu. Klinik dr. Sander B Daya Medika mengutamakan pelayanan

kesehatan secara menyeluruh yang dilakukan oleh dokter spesialis yang kompeten dibidangnya. Deteksi dini penyakit kanker serviks dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis Obsgyn dan dilakukan perencanaan pemeriksaan yang dianggap perlu dan mendukung penegakkan diagnosa kanker serviks. Ayo, jangan tunggu lama lagi…segera konsultasikan kesehatan sahabat Daya Medika ke klinik dr. Sander B Daya Medika…

Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi kami di : sini


02/Feb/2023

Memiliki tubuh yang sehat sempurna pasti impian semua orang, setuju ya? Kesehatan sangat mahal harganya karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati. Melakukan Medical Check Up merupakan salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk mengontrol kesehatan tubuh, sekaligus mendeteksi suatu penyakit sejak dini.

Medical check-up diperlukan oleh perempuan dan laki-laki, baik anak muda maupun orang lanjut usia. Orang yang terlihat sehat pun perlu melakukan Medical Check Up, terutama untuk memeriksa tingkat kesehatan serta kemungkinan adanya penyakit serius yang belum menunjukkan gejala.

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa Medical Check Up itu penting :

  1. Mendeteksi penyakit sejak dini
  2. Mencegah penyakit berlanjut ke tahap yang lebih serius
  3. Memiliki data kesehatan secara berkala
  4. Memotivasi diri sendiri, keluarga, dan orang lain untuk tetap hidup sehat
  5. Membuat lebih tenang karena setidaknya sudah mengetahui kondisi kesehatan

Nah mumpung masih awal tahun, mari ambil keputusan untuk segera melakukan Medical Check Up di fasilitas kesehatan terpercaya. Klinik dr. Sander B bisa menjadi opsi yang baik untuk Anda melakukan Medical Check Up karena tersedia  fasilitas dan pelayanan terbaik dan sekarang ini lagi ada promo loh terkait Medical Check Up. Tunggu apa lagi yookk, kita Medical Check Up di Klinik dr. Sander B.

Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi kami di : sini


02/Feb/2023

Vaksin

Vaksin influenza adalah salah satu jenis vaksin perlindungan terbaik untuk musim hujan ataupun perjalanan jauh. Meskipun terkadang orang menganggap remeh penyakit ini namun kenyataannya influenza bisa menimbulkan berbagai masalah untuk kesehatan dan kegiatan Anda.

Beberapa masalah yang dapat ditimbulkan oleh flu seperti susahnya bernafas, hidung tersumbat bahkan bisa menyebabkan panas. Virus flu sendiri juga menyebar dengan cara penularan langsung maupun tidak langsung. Tentu ini bisa berbahaya bagi Anda maupun orang sekitar.

Anaka balita sangat rentan terhadap serngan flu. Tentu akan sangat kasihan sekali melihat balita harus terkena flu. Oleh karena itu, vaksinasi influenza diperlukan bagi Anda untuk mencegah flu menyebar.

Apa Saja Manfaat Vaksinasi Influenza?

Vaksin flu memiliki berbagai manfaat salah satunya adalah untuk pencegahan dini bagi orang tua ataupun buat Anda yang akan melakukan perjalanan jauh. Maka tidak heran kalau kamu pergi jauh sangat disarankan untuk menggunakan vaksinasi flu ini biar wisatamu tidak terganggu. Namun pada dasarnya, vaksin flu disarankan untuk orang yang berumur 6 bulan keatas bahkan wanita hamil dan kondisi kesehatan kronis juga boleh mendapatkannya.

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin Influenza

Sesuai dengan jadwal imunisasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin influenza merupakan salah satu vaksin yang wajib diberikan kepada anak.Dosis untuk anak usia kurang dari 2 tahun adalah 0,25 ml. Sementara, anak usia >2 tahun dan orang dewasa adalah 0,5 ml.

Untuk anak yang pertama kali mendapat vaksin influenza pada usia 6 bulan sampai 8 tahun, vaksin diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu, kemudian vaksinasi diulang setiap tahun.Untuk anak usia di atas 9 tahun dan orang dewasa, vaksin influenza cukup diberikan 1 kali tiap tahun.Pada anak atau orang dewasa yang memiliki gangguan sistem imun, vaksin influenza diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu, agar antibodi terbentuk dengan baik.

Referensi : alodokter


02/Feb/2023

Penyakit asam urat atau dalam istilah kedokterannya disebut dengan Gout Arthritis, merupakan serangan radang akut pada sendi yang dipicu oleh adanya kristalisasi urat di sendi-sendi. Penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah ini biasanya lebih sering diderita oleh pria daripada wanita dengan perbandingan 6 : 1 dan biasanya terjadi pada mereka yang berusia 40-50 tahun.

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini, misalnya konsumsi alkohol, obesitas dan konsumsi makanan yang tinggi purin. Biasanya penyakit ini lebih suka menyerang sendi-sendi pada pangkal ibu jari, pergelangan kaki, siku, pergelangan tangan dan jari tangan.

Proses terjadinya penyakit ini dibagi menjadi 2 kategori yaitu Kategori Prmer dan Kategori Sekunder. Yang termasuk dalam kategori Primer adalah :

  1. Produksi asam urat yang meningkat namun pengeluarannya normal atau meningkat
  2. Produksi asam urat normal namun pengeluarannya menurun
  3. Kekurangan partial terkait – X hipoxantin – guanin fosforibosiltransferase ( HGPRT )
  4. Kurangnya eliminasi asam urat di ginjal
  5. Gangguan enzim PPRP syntetase

Sedangkan kategori yang termasuk dalam kategori sekunder adalah :
       1. Peningkatan turn over asam nukleat ( karena hemodialisa
           Kronik / cuci darah tahunan, polisitemia, leukemia, limfoma )
       2. Akibat obat-obatan ( diuretik, aspirin, asam nikotinat, ethanol )
       3. Penyakit ginjal kronik sehingga mengakibatkan hiperurikemia simptomatik atau kelebihan asam urat dalam                darah
       4. Hiperuriksemia yang dapat meningkatkan kerusakan asam nukleat

Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan secara Medis maupun Non Medis. Secara medis dilakukan dengan penggunaan obat-obatan OAINS (Obat anti inflamasi / radang non steroid) atau steroid. Contoh OAINS misalnya, indometasin, ibuprofen, piroksikam, dll. Sedangkan secara Non Medis, Salah satunya yang dikenal dengan istilah RICE, yaitu :
        1. Rest atau istirahat
        2. Ice : kompres bagian sendi yang bengkak dengan es
        3. Compress : tekan bagian sendi yang bengkak
        4. Elevation : mengangkat bagian sendi yang bengkak sehingga posisinya lebih tinggi dari anggota tubuh lain

Karena itu, mengatur dan menjaga makanan yang kita konsumsi menjadi salah satu cara untuk dapat menghindari asam urat. Dan yang terpenting adalah membiasakan diri untuk menjalani pola hidup sehat dari sekarang.

Sumber : dr. Dyah Mustikaningsih


02/Feb/2023

Penyakit Stroke merupakan penyakit Neurologis akut yang disebabkan oleh GPDO  (Gangguan Pembuluh Darah Otak) yang terjadi secara mendadak. Oleh karena itu apabila kita mengetahui adanya gejala Stroke, segeralah memeriksakan diri ke Rumah Sakit! Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 oleh Kementrian Kesehatan RI, 7% atau sebesar 1.236.825 orang menderita stroke. Selain itu, penderita ditemukan paling banyak pada kelompok umur 55-64 tahun. Laki-laki juga lebih banyak mengidap stroke di Indonesia dibandingkan perempuan. Menurut Sample Registration System (SRS) Indonesia 2014, Stroke merupakan penyakit yang paling banyak diderita, yaitu sebesar 21,1%. Seringkali masyarakat awam lebih mengenal Stroke hanya ringan dan berat, padahal Stroke tidak ada istilah itu. Stroke terbagi menjadi Stroke perdarahan dan Stroke sumbatan.

Salah satu cara mendeteksi gejala stroke secara dini adalah dengan menggunakan metode FAST,

  • F = Face Drooping (Wajah tampak jatuh) Ketika menemukan sebelah sisi wajah yang tampak tidak normal, tidak simetris atau dikeluhkan terasa baal sesisi wajah, maka waspadalah akan kecurigaan penyakit Stroke !
  • A = Arm Weakness (kelemahan lengan) sesisi. Hal ini terjadi bila sebelah tangan tampak tertinggal atau tidak mampu mencapai level yang sama dengan tangan yang satunya, hal ini kemungkinan telah terjadi Stroke.
  • S = Speech difficulty (sulit berbicara). Gangguan bicara berupa tidak mampu berbicara dengan lancar dan terbata-bata, atau bahkan menjadi pelo.
  • T =  Time (Waktu secepatnya dating ke fasilitas layanan Kesehatan terdekat). Dengan segera menghubungi Rumah Sakit atau klinik terdekat.

Stroke mempunyai tingkat Morbiditas (Kecacatan) dan Mortilitas (Kematian) yang sangat tinggi.

Segeralah periksakan diri anda untuk mengetahui Faktor Resiko Stroke !

Jangan tunda waktu anda !

Sumber : dr. Angelina Juwita W, SpN


02/Feb/2023

Hand holding a blood glucose meter measuring blood sugar, the background is a stethoscope and chart file

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Kadar gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung. Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Jenis-Jenis Diabetes

Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.

Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa ciri-ciri diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa sangat lapar.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
  • Lemas.
  • Pandangan kabur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Beberapa gejala lain juga bisa menjadi ciri-ciri bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:

  • Mulut kering.
  • Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal.
  • Disfungsi ereksi atau impotensi.
  • Mudah tersinggung.
  • Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
  • Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.

Pencegahan Diabetes

Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah karena pemicunya belum diketahui. Sedangkan, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional dapat dicegah, yaitu dengan pola hidup sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, di antaranya adalah:

  • Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Rutin menjalani pengecekan gula darah, setidaknya sekali dalam setahunsumber : alodokter.com

Tentang Klinik dr. Sander B

Klinik dr. Sander B telah memiliki akreditasi ISO 9001 & ISO 45001 dari United Registrar Of Systems (URS).

 

Rekan Kami

Copyright © PT. DAYA ADICIPTA MEDIKA 2019. All rights reserved.

× Whatsapp kami sekarang!