Halaman

Berita & Acara

01/Jun/2020

 

“Ketahuilah bahwa adat negeri kami melarang keras gadis-gadis keluar rumah. Ketika saya berusia 12 tahun lalu saya ditahan di rumah; saya mesti masuk tutupan, saya dikurung di dalam rumah seorang diri, sunyi senyap terasing dari dunia luar.”

(Surat Kartini kepada Zeehandelaar, 25 Mei 1899 dalam Simatur, 2014)

Seperti halnya yang dulu dialami seorang Kartini, saat ini kita terpenjara di dalam rumah kita sendiri. Tidak hanya wanita yang tidak boleh keluar rumah, namun kita semua, sungguh tidak ada perbedaan, semua disarankan untuk membatasi diri untuk dari keluar rumah. Tentu kita sedikit beruntung dibanding Ibu kita Kartini, karena meskipun kita terpenjara di dalam rumah, setidaknya kita masih bisa bercanda ria dengan keluarga, dengan segala fasilitas yang ada, sehingga dapat mengurangi tingkat kebosanan yah meskipun pasti akan muncul rasa bosan ketika hari demi hari bergantik namun kita masih belum bisa bebas untuk keluar dari rumah.

Namun, kondisi kita tentu sangat jauh berbeda dengan apa yang dulu dialami oleh sosok bernama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang terlahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. RA Kartini dipingit tanpa ada keluarga yang bisa diajak bercanda tawa, tidak ada televisi atau drama Korea, tidak pula ada internet untuk bersosial media. Yang ada hanya tembok yang mengurungnya!

Tapi, dengan segala keterbatasan yang ada tidak menyurutkan jiwa juangnya untuk memberontak demi menggapai cita-cita dan memperjuangkan hak-hak kaum wanita untuk berkaya dan meraih pendidikan yang lebih layak. Kartini tidak berjuang mengangkat senjata. Kartini tak perlu pula bergerilya bersama tantara. Namun ia berjuang dengan goresan pena.

Dengan kegigihan dan keberaniannya, ia berhasil meyakinkan pada siapa saja bahwa wanita harus memperoleh hak pendidikan yang sama, agar kelak dapat membantu dan membekali kodratnya sebagai ibu untuk anak-anak mereka. Pada tulisan ini, saya ingin berbagi tentang semangat juang yang dapat kita teladani di saat kita bernasib hampir sama dengan RA Kartini: dikarantina di dalam rumah.


01/Jun/2020

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

1. Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
2. Batuk
3. Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter?
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Pengobatan Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

1. Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
2. Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
3. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
4. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Tetap jaga kesehatan ya sahabat Medika.!! 


01/Jun/2020

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya terjadi 15000 kasus kanker serviks setiap tahunnya di Indonesia.

Jenis Kanker Serviks

Deteksi jenis kanker serviks yang diderita pasien akan membantu dokter dalam memberikan penanganan yang tepat. Jenis kanker serviks terbagi dua, yaitu:

  • Karsinoma sel skuamosa (KSS). KSS adalah jenis kanker serviks yang paling sering terjadi. KSS bermula pada sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim.
  • Adenokarsinoma. Jenis kanker serviks ini bermula pada sel kelenjar pada saluran leher rahim.

Stadium Kanker Serviks

Tahap atau stadium digunakan untuk menjelaskan tingkat penyebaran kanker. Semakin tinggi stadium kanker, maka semakin luas penyebarannya. Berikut ini adalah stadium kanker serviks berdasarkan penyebarannya:

Stadium 1

  • Sel kanker tumbuh di permukaan leher rahim, tetapi belum menyebar ke luar rahim.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
  • Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.

 Stadium 2

  • Kanker sudah menyebar ke rahim, namun belum menyebar hingga ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.
  • Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.

Stadium 3

  • Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, serta menekan saluran kemih dan menyebabkan hidronefrosis.
  • Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.

Stadium 4

Berikut adalah angka harapan hidup pada penderita kanker serviks berdasarkan stadium yang dialami:

  • Stadium 1 – 80-93%
  • Stadium 2 – 58-63%
  • Stadium 3 – 32-35%
  • Stadium 4 – 15-16%

Apa obat kanker serviks yang sering digunakan?

    1. Operasi
    2. Radioterapi
    3. Kemoterapi

Namun, hal yang paling ditekankan dari Kanker Serviks ini adalah tindakan untuk PENCEGAHAN.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks (kanker leher rahim)?

  • Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks atau HPV pada serviks. Penting untuk melakukan follow up dengan dokter setelah hasil tes pap smear yang abnormal agar Anda dapat mendapatkan perawatan dengan tepat waktu.

 

  • Jika Anda berusia di bawah 26 tahun, Anda dapat mendapatkan vaksin HPV yang dapat melindungi dari 2 jenis HPV 16 dan HPV 18, jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

 

  • Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman, dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.

 

  • Untuk mencegah kanker berkembang ke tahap stadium yang lebih serius, Anda perlu menjalani gaya hidup sehat. Misalnya dengan menjaga pola makan bernutrisi seimbang, rajin berolahraga sesuai dengan kemampuan dan saran dokter, istirahat yang cukup, mengelola stres, berhenti merokok dan minum alkohol, serta mengurangi paparan zat berbahaya misalnya dari polusi, pestisida, dan makanan kemasan.

 

Sumber :

  1. https://www.alodokter.com/kanker-serviks
  2. https://hellosehat.com/penyakit/kanker-serviks-kanker-leher-rahim/

 


01/Jun/2020

Angin Duduk

Angina atau angin duduk adalah nyeri dada yang muncul akibat adanya gangguan/ berkurangnya aliran darah ke jaringan otot jantung akibat pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. Pembuluh koroner jantung berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah dengan baik. Ketika pembuluh koroner mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner, yaitu pembentukan plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah koroner (aterosklerosis). Pembuluh darah koroner yang sudah menyempit tersebut dapat makin menyempit saat penderita melakukan aktivitas.

Angina menyebabkan dada terasa seperti ditekan atau diremas. Bukan hanya di dada, tetapi juga di bahu, lengan, leher, atau punggung. Pada wanita, terkadang nyeri dada dapat terasa seperti ditusuk benda tajam. Kondisi ini biasanya terjadi selama 15 menit sampai gejalanya hilang perlahan. Angina bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Gejala lain yang dapat menyertai angina yaitu keringat dingin, mual, pusing, lemas dan sesak napas.

Jenis-jenis Angina:

  1. Angina Stabil

Arteri yang menyempit menyebabkan rasa sakit, tekanan, dan gejala lain ketika bergerak. Gejala biasanya hilang setelah beristirahat. Jika berada di bawah perawatan dokter, gunakan nitrogliserin untuk mendapatkan bantuan. 

  1. Angina tidak stabil

Ketika menderita jenis angina tidak stabil, dapat mungkin merasakan nyeri dada yang menjadi lebih intens, berlangsung lebih lama, atau bahkan terjadi ketika sedang beristirahat.

  1. Angina varian (angina Prinzmetal) 

Dibandingkan jenis angina lainnya, angina varian cenderung lebih jarang terjadi. Penyebab angin duduk jenis ini berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah. Hal ini terjadi ketika arteri koroner yang memasok darah dan oksigen ke jantung Anda mengalami penyempitan sementara karena spasme. Spasme adalah kondisi saat otot jantung yang tiba-tiba mengencang dan menegang hingga terasa sangat menyakitkan. Angina jenis ini dapat terjadi kapan saja, termasuk saat Anda beristirahat, biasanya saat tengah malam atau dini hari.

  1. Angina mikrovaskular 

Angina jenis ini disebabkan oleh penyakit mikrovaskuler koroner. Ini merupakan penyakit jantung yang memengaruhi pembuluh darah arteri koroner terkecil di jantung dan lebih cenderung terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penyakit mikrovaskuler koroner juga disebut sindroma jantung X dan PJK non-obstruktif. Penyebab angin duduk jenis ini umumnya terjadi saat Anda sedang aktif secara fisik atau mengalami gangguan emosional. Gejala ini biasanya mereda setelah beberapa menit, terlebih saat Anda duduk atau istirahat.

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang menimbulkan angina pada penderitanya. Faktor tersebut di antaranya:

    1. Kolesterol tinggi
    2. Diabetes
    3. Hipertensi
    4. Stres
    5. Obesitas
    6. Merokok
    7. Kurang berolahraga
    8. Memiliki keluarga yang pernah mengalami angin duduk
    9. Laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan 55 tahun ke atas
    10. Mengonsumsi minuman beralkohol telalu banyak

Supaya terhindar dari risiko angina, sudah saatnya bagi kita untuk menghindari berbagai faktor risikonya. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan medis untuk mendeteksi angina seperti:

    1. Elektrokardiogram (EKG), adalah alat yang berfungsi untuk mencatat aktivitas listrik jantung dan mendeteksi saat-saat jantung kekurangan oksigen
    2. Tes stress, adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk membaca tekanan darah dan hasil EKG saat pasien melakukan aktivitas fisik (lari di treadmill).
    3. Rontgen dada, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk melihat struktur dalam dada.
    4. Angiografi koroner, adalah prosedur medis yang menggunakan citra dan sinar-X khusus untuk melihat bagian dalam arteri koroner.
    5. Tes darah,adalah pemeriksaan kadar lemak, kolesterol, gula, dan protein.

Jika sudah memiliki penyakit jantung, lakukan hal-hal yang bisa membantu menunda penyempitan pembuluh darah. Berikut beberapa hal untuk mencegah angina:

    1. Mengontrol tekanan darah
    2. Membatasi makanan yang mengandung kolesterol tinggi
    3. Rutin olahraga
    4. Menjaga berat badan tetap sehat
    5. Mengendalikan gula darah
    6. Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol
    7. Tidur yang cukup, yaitu 6-8 jam sehari
    8. Menjaga gula darah bagi penderita diabetes

Sumber:

1.  Everything you need to know about angina. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8886.php, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 09:45 WIB.

2.  Angina (Chest Pain) https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain#.WQhqkNJ97IW, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 10:07 WIB.

3.  Angina – Causes, Symptoms & Treatments https://www.bhf.org.uk/informationsupport/conditions/angina, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 10:00 WIB


01/Jun/2020

ARTIKEL : HEPATITIS

Apa itu penyakit hepatitis?

Penyakit hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 5 jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E. Karakteristik dari masing-masing jenis ini berbeda, maka dari itu gejala dan pengobatannya juga beragam.

 



image source : http://wikipedia.com

Apa penyebab hepatitis?

Hepatitis bisa berupa hepatitis virus (infeksi virus) atau hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun).

Hepatitis virus

Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi dapat terjadi melalui penggunaan jarum yang terkontaminasi virus (seperti melalui suntikan narkoba, tato, tindik tubuh, suntikan obat, atau jarum transfusi), tinggal bersama atau melakukan hubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis, atau menjadi petugas kesehatan yang bekerja dengan pasien hepatitis juga bisa berakibat pada infeksi hepatitis. Ada juga risiko infeksi virus hepatitis jika Anda mengonsumsi sumber air atau makanan yang tidak aman.

Hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun)

Alkohol dapat melemahkan kerja hati sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi hepatitis. Bahkan, konsumsi alkohol bisa menyebabkan banyak penyakit hati seperti perlemakan hati alkoholik (terlalu banyak penumpukan lemak di hati) atau sirosis (kerusakan hati).

Hepatitis autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang hati. Ini normalnya tidak terjadi, tetapi bisa menyebabkan penurunan fungsi hati dan menyebabkan kerusakan hati. Ada dua jenis hepatitis autoimun, dengan hepatitis autoimun tipe 1 lebih umum dibandingkan hepatitis autoimun tipe 2. Penderita hepatitis autoimun juga bisa memiliki gangguan autoimun lainnya, seperti penyakit Celiacrheumatoid arthritis atau kolitis ulseratif.

Siapa yang berisiko terkena penyakit hepatitis?

Siapa saja bisa terkena hepatitis. Tapi ada beberapa perilaku tertentu yang meningkatkan risiko Anda terhadap virus ini:

  • Berbagi jarum dengan orang lain, baik untuk penggunaan obat atau modifikasi tubuh (tato atau tindik)
  • Menderita HIV — HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinan masuknya virus oportunistik
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom(baik anal dan oral)
  • Menggunakan obat yang merusak hati, seperti acetaminophen (Tylenol dan lainnya), atau methotrexate (Trexall, Rheumatrex)
  • Berbagi alat makandengan penderita hepatitis A dan E
  • Menggunakan sumber air dan makanan yang terkontaminasi, baik dari lingkungan tempat tinggal atau dari tempat yang baru saja Anda kunjungi
  • Melakukan prosedur medis seperti transfusi darah, kemoterapi atau terapi penekan sistem kekebalan tubuh
  • Penularan dari ibu ke anak

Apa saja gejala hepatitis?

Tidak semua kasus hepatitis menimbulkan gejala, atau jikapun ada, gejalanya cukup samar pada tahapan awal dalam sekitar 80% kasus. Dua puluh persen kasus lainnya bisa menunjukkan gejala dengan tingkat bervariasi. Ada kemungkinan bagi Anda untuk langsung mengalami gejala setelah terinfeksi. Gejala bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian orang, meliputi:

  • Demam 
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Nyeri lambung 
  • Nyeri sendi atau otot
  • Buang air kecil atau besar yang tidak lazim
  • Warna kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice, tanda dari penyakit hati)
  • Perasaan gatal
  • Perubahan mental, seperti kurangnya konsentrasi atau koma
  • Perdarahan dalam

 

Bagaimana cara mengobati hepatitis?

Pengobatan hepatitis biasanya berfokus untuk mengurangi tanda dan gejalanya. Anda mungkin harus:

  • Pasien hepatitis merasa lelah dan sakit dan tidak banyak memiliki energi.
  • Mengatasi mual. Cobalah untuk membagi makanan Anda menjadi beberapa porsi kecil dan menghabiskannya perlahan dalam satu hari untuk mendapatkan cukup energi. Pilihlah makanan berkalori tinggi seperti jus buah-buahan atau susu daripada air putih.
  • Istirahatkan hati. Hati Anda bisa mengalami kesulitan dalam menyerap obat dan alkohol. Jangan minum alkoholselama terinfeksi hepatitis.
  • Hindari aktivitas seksual. Hepatitis bisa menular lewat aktivitas seksual. Hindari setiap akvitias seksual adalah cara teraman, tetapi Anda bisa menikmati seks dengan kondom.
  • Cuci tangandengan seksama setelah dari toilet. Virus hepatitis bisa menular dengan mudah dari feses ke tangan atau barang lainnya. Gosok tangan dengan kuat selama minimal 20 detik dan bilas secara menyeluruh. Keringkan tangan dengan tisu.
  • Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain selama Anda memiliki infeksi aktif. Anda bisa dengan mudah menularkan infeksi ke orang lain.

Penyakit hepatitis adalah infeksi peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Menerapkan kebersihan yang baik, termasuk sering mencuci tangan, adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari hepatitis.

 


01/Jun/2020

Hayy sahabat Medika,,,, lagi musim hujan nih dan sepertinya merata di seluruh pelosok negeri tercinta ini, ada juga yang sudah terkena bencana banjir, longsor, dan bahkan sudah ada korban meninggal dunia. Semoga setiap keluarga yang terkena dampak bencana akibat cuaca yang ekstrim diberikan Tuhan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapinya, Amin. Mari kawan-kawan berdoa buat setiap mereka.

Curah hujan yang meningkat akan mengakibatkan beberapa penyakit yang akan menyerang kita setiap saat, dan pada postingan harii ini kita akan membahas tentang Influenza. Apa sih influenza itu? Simak artikel dibawah ini ya.

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penderita flu akan mengalami demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat, serta batuk.

Banyak orang mengira flu sama dengan batuk pilek biasa (common cold). Walaupun gejalanya mirip, kedua kondisi ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasa cenderung ringan dan muncul secara bertahap.

Flu merupakan penyakit yang mudah menular ke orang lain, terutama pada 3-4 hari pertama setelah penderita terinfeksi. Bahkan pada beberapa kasus, penderita flu dapat menularkan penyakitnya sebelum gejala muncul.

Penyebab Flu

Seseorang dapat tertular flu jika tidak sengaja menghirup percikan air liur di udara, yang dikeluarkan penderita ketika bersin atau batuk. Selain itu, menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita, juga bisa menjadi sarana penularan virus flu.

Gejala Flu

Gejala flu antara lain demam, pilek, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Meskipun sama dengan gejala batuk pilek biasa, gejala flu terasa lebih parah dan sering kali menyerang tiba-tiba.

Segeralah berobat ke dokter jika gejala di atas tidak kunjung membaik setelah dua minggu, atau membaik namun kemudian memburuk. Tindakan darurat perlu dilakukan bila gejala flu disertai sesak napas atau penurunan kesadaran.

Pengobatan dan Pencegahan Flu

Flu ringan dapat diatasi dengan banyak beristirahat dan minum banyak cairan. Namun bila gejalanya berat, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diberikan obat untuk mempercepat kesembuhan dan mencegah komplikasi.

Cara mencegah flu yang paling efektif adalah menjalani vaksinasi influenza. Selain itu, Anda juga diajurkan untuk rajin cuci tangan serta menghindari berdekatan dengan penderita flu.

Di klinik dr. Sander B lagi ada promo vaksin inluenza loh, kuyy sahabat-sahabat medika ke Klinik dr.Sander B.

Tetap jaga kesehatan ya…

 


01/Jun/2020

SYARAT – SYARAT BAYI TABUNG

Bayi tabung adalah upaya kehamilan diluar cara alami sebagai upaya terakhir untuk membantu suami istri mendapatkan keturunan. Kandidat terbaik untuk program bayi tabung adalah semua pasutri yang ingin punya anak tapi memiliki waktu yang cukup terbatas. Bayi tabung hanya dapat dilaksanakan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan:

  1. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri darimana sel telur itu berasal
  2. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu
  3. Ada sarana kesehatan tertentu

Pada tahun 1979, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang bayi tabung. Dalam fatwa itu. MUI memperbolehkan dilakukan bayi tabung, sebab termasuk hak ikhtiar (usaha) bagi suami istri yang susah mendapat momongan. Ketua MUI Prof. Dr. Khuzaimah T Yanggo menyatakan,”Teknik bayi tabung yang diperbolehkan menurut Islam adalah tidak melibatkan pihak ketiga, jadi sperma dan sel telur harus berasal dari suami isteri yang sah dan masih rukun.

Agar program bayi tabung bisa berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang maksimal, ada beberapa syarat bayi tabung yang harus Anda penuhi. Syarat-syarat bayi tabung adalah sebagai berikut:

  1. Usia

Berapapun usia Anda saat ini, sah-sah saja untuk ikut program bayi tabung. Meski begitu, usia dapat memengaruhi peluang kehamilan pada wanita. Wanita usia 30 tahun ke bawah cenderung memiliki peluang kehamilan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 60 persen. Sementara bagi wanita yang usianya di atas 40 tahun, peluang kehamilan ini akan menurun, menjadi dibawah 45 persen. Biasanya, wanita usia 40 tahun ke atas membutuhkan dua sampai tiga siklus agar program bayi tabungnya sampai berhasil hamil.

  1. Pemeriksaan Dasar
    • Pemeriksaan pada pria

Pihak suami wajib menjalani tes darah dan pemeriksaan sperma terlebih dahulu sebelum menjalani proses bayi tabung. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan infeksi menular seksual (IMS) pada pria yang bisa menghambat bayi tabung.

Pemeriksaan sperma pada pria dilakukan untuk menilai parameter sperma itu sendiri. Meski demikian, program bayi tabung sebenarnya tidak membutuhkan sperma yang berkualitas prima. Pasalnya, program bayi tabung tidak membutuhkan banyak sperma untuk bisa menghasilkan kehamilan. Bahkan, pria yang mengalami azoospermia (sperma kosong) saja tetap bisa memungkinkan untuk mengikuti proses bayi tabung. Hal ini dilakukan dengan cara aspirasi sperma, yaitu mengambil sel sperma secara langsung dari testis untuk program bayi tabung.

    • Pemeriksaan pada wanita

USG merupakan syarat bayi tabung yang harus dilakukan oleh wanita. Tujuan USG ini adalah untuk melihat kemungkinan adanya kelainan pada organ kandungan, baik pada rahim, ovarium (indung telur), tuba falopii (saluran telur), atau organ reproduksi lainnya.

Bila ditemukan adanya kista cokelat (endometriosis), pembengkakan saluran telur, atau polip di dalam rahim, maka semua ini harus diatasi terlebih dahulu sebelum menjalani proses bayi tabung.

Jika ditemukan adanya miom atau kista cokelat yang besarnya lebih dari 4 sentimeter dan mengganggu rongga rahim, maka miom ini harus diangkat terlebih dahulu supaya nantinya embrio dari bayi tabung dapat menempel pada rahim secara optimal.

Selain pemeriksaan USG, wanita juga perlu melakukan pemeriksaan hormonal dan pemeriksaan darah, sama seperti yang dilakukan pada pria. Hal ini bertujuan untuk melihat kemungkinan adanya infeksi menular seksual yang dapat mengganggu proses bayi tabung.

 

3. Berhenti merokok

Salah satu syarat bayi tabung yang harus dipenuhi oleh para pasutri adalah berhenti merokok. Ya, bagi Anda yang terbiasa merokok, ada baiknya segera hentikan

kebiasaan ini kalau memang ingin segera punya anak melalui program bayi tabung. Ini karena rokok dapat menurunkan peluang kehamilan Anda dan pasangan. Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat menghambat proses bayi tabung yang akan Anda jalani nanti.

 

4.  Makan makanan yang bergizi seimbang

Berbicara soal makanan sehat, hal ini tentu menjadi salah satu syarat bayi tabung yang utama. Pasalnya, makanan bergizi seimbang dapat membuat tubuh pasutri menjadi sehat, sehingga Anda akan lebih siap secara fisik untuk bisa hamil dan memiliki anak.

Anda mungkin sering mendengar bahwa terdapat makanan atau obat tertentu yang dapat meningkatkan peluang kehamilan. Misalnya, pria harus makan tauge dan wanita harus rajin makan madu supaya bisa cepat hamil. Perlu dicatat bahwa tidak ada makanan atau obat tertentu yang dapat meningkatkan peluang kehamilan. Membatasi makanan jenis tertentu justru dapat menghambat peluang kehamilan itu sendiri. Contohnya makanan manis seperti es krim, madu, dan cokelat justru berpotensi merusak kesuburan pria maupun wanita.

Jadi, yang terpenting adalah pastikan Anda dan pasangan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Hal ini memang tidak akan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, akan tetapi jelas membuat tubuh Anda jadi lebih sehat.

Jika tubuh Anda dan pasangan dalam kondisi yang optimal dan sehat, maka secara otomatis organ reproduksinya pun juga akan sehat. Alhasil, program bayi tabung Anda dapat berjalan lancar dan segera mewujudkan harapan Anda berdua untuk punya momongan.

Sumber:

UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan

 

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/syarat-syarat-bayi-tabung/, diakses tanggal 31 Juli 2019, pukul 09:30 WIB


01/Jun/2020

Bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh wanita, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Setelah sel telur berhasil dibuahi dan ada dalam fase siap, maka akan dipindahkan ke dalam rahim. Secara medis proses bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization (IVF).

Serangkaian Prosedur

Metode bayi tabung terdiri dari serangkaian prosedur, yang terdiri antara lain:

  • Merangsang tubuh wanita dengan suntik hormon untuk memproduksi beberapa sel telur sekaligus.
  • Pengujian melalui tes darah atau ultrasound untuk menentukan kesiapan pengambilan sel telur. Sebelumnya, pihak wanita juga akan diberikan suntikan yang akan membantu mematangkan sel telur yang berkembang dan memulai proses ovulasi.
  • Selama prosedur pengambilan sel telur, dokter akan mencari folikel dalam rahim dengan menggunakan bantuan USG. Sel telur kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga. Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebagian wanita diberikan obat pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, namun bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.
  • Sel telur segera dipertemukan dengan sperma pasangan, yang harus diambil pada hari yang sama. Kemudian disimpan di dalam klinik untuk memastikan perkembangannya maksimal.
  • Setelah embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Dokter akan memasukkan semacam tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina hingga sampai ke dalam rahim. Untuk memperbesar kemungkinan hamil, tiga embrio umumnya ditransfer sekaligus .
  • Dua minggu setelah transfer embrio, maka pihak wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Bagaimana prosesnya Bayi Tabung?

Proses Bayi Tabung

Sebelum melakukan program bayi tabung, pertama-tama Anda harus mengetahui siklus menstruasi. Anda juga disarankan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi sebelum melakukan program ini. Mengonsumsi pil kontrasepsi terbukti dapat meningkatkan kesuksesan dari program  bayi tabung dan juga dapat menurunkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium dan kista ovarium. Namun, tidak semua dokter biasanya merekomendasikan hal ini. Setelah ovarium melepaskan sel telur, dokter akan memberikan Anda antagonis GnRH (seperti Ganirelix) atau agonis GnRH (seperti Lupron). Obat ini biasanya berupa obat suntik. Obat ini memungkinkan dokter untuk mengontrol penuh siklus ovulasi Anda saat program bayi tabung dimulai.

Jika ovarium belum melepaskan sel telur, dokter mungkin akan memberikan Anda obat progesteron dalam bentuk Provera. Anda akan diminta untuk menggunakan antagonis dan agonis GnRH sekitar 6 hari atau lebih setelah Anda mengambil pil Provera. Namun, hal ini mungkin berbeda-beda antar individu, oleh karenanya selalu ikuti instruksi dari dokter. Sedangkan selama prosedur pengambilan sel telur, dokter akan mencari folikel dalam rahim dengan menggunakan bantuan USG. Sel telur kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga.

Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebagian wanita diberikan obat pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, namun bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.

Setelah itu sel telur segera dipertemukan dengan sperma pasangan yang harus diambil pada hari yang sama. Kemudian disimpan di dalam klinik untuk memastikan perkembangannya maksimal.

Setelah embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Dokter akan memasukkan semacam tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina hingga sampai ke dalam rahim. Guna memperbesar kemungkinan hamil, tiga embrio umumnya ditransfer sekaligus .

Dua minggu setelah transfer embrio, maka pihak wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Pembuahan Bayi Tabung

Pada dasarnya pembuahan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu inseminasi dan intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Inseminasi yaitu mencampur sperma dan sel telur sehat semalaman hingga menjadi embrio.

Sedangkan ICSI dilakukan ketika kualitas semen buruk atau proses pembuahan dengan cara inseminasi gagal. Perlu diingat bahwa tidak semua embrio dapat bertahan setelah proses pembuahan terjadi.

Tahap terakhir ini umumnya dilakukan dalam 3-5 hari setelah proses pengambilan telur hingga pembuahan, di mana embrio sudah mulai berkembang. Namun sebelum embrio dipindahkan ke dalam rahim, dokter dapat melakukan tes dengan mengambil sampel embrio untuk memeriksa adanya kelainan kromosom atau jika terdapat penyakit menular tertentu.

Saat embrio sudah siap dipindahkan, suntikan sedatif ringan akan diberikan di tubuh wanita. Dokter kemudian akan memasukkan kateter berisi beberapa embrio yang dilindungi cairan khusus melalui vagina menuju rahim.

Saat sudah mencapai rahim, embrio akan disuntikkan. Proses ini dinyatakan berhasil jika embrio tersebut tertanam di dinding rahim dalam waktu 6-10 hari setelah transfer embrio.

Setelah menjalani proses transfer embrio, tubuh calon bisa mengalami keluarnya cairan bening atau darah dari vagina, payudara terasa lebih lunak akibat tingginya kadar hormon estrogen, konstipasi, perut kembung, nyeri perut, pusing, muncul ruam pada kulit, dan perubahan suasana hati. Segera temui dokter jika kondisi atau rasa nyeri memburuk, atau jika mengalami efek lainnya, seperti perdarahan hebat dan demam.

 

Mempertimbangkan Risiko

Proses bayi tabung tetap memiliki risiko yang harus dipertimbangkan oleh pasangan suami istri. Salah satu risiko yaitu saat prosedur pengambilan sel telur, mungkin terjadi infeksi, pendarahan atau menyebabkan kerusakan pada usus atau organ lain. Ada pula risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk menstimulasi ovarium yaitu sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek yang dirasakan beragam, mulai dari kembung, kram atau nyeri ringan, sembelit, penambahan berat badan hingga rasa sakit yang tak tertahankan pada perut. Efek yang berat harus ditangani di rumah sakit walaupun biasanya gejala hilang ketika siklus ovarium selesai.

 

Faktor penentu keberhasilan

Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan prosedur bayi tabung ini. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh adalah usia perempuan itu sendiri. Usia optimal dari perempuan yang biasanya menentukan keberhasilan proses bayi tabung yaitu sekitar 23-39 tahun, dengan persentase tertinggi adalah di bawah usia 35 tahun. Namun, tingkat keberhasilan kehamilan bayi tabung tak hanya bergantung pada faktor usia, melainkan juga sejumlah faktor termasuk sejarah reproduksi, penyebab infertilitas, dan faktor gaya hidup.

Biaya Bayi Tabung

Biaya bayi tabung di rumah sakit yang ada di Indonesia berkisar antara 40-80 juta rupiah. Biaya program bayi tabung meliputi berbagai hal, di antaranya: analisa sperma (untuk mengetahui kesiapan atau kesehatan sperma), perawatan pasca tindakan bayi tabung dilakukan, penggunaan obat-obatan, pemeriksaan labaratorium. pemeriksaan penunjang (seperti USG), dan biaya konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

 

 


01/Jun/2020

Pre marital check up ialah check up atau pemeriksaan kesehatan yang umumnya dilakukan oleh pasangan calon suami dan istri sebelum memulai bahtera rumah tangga mereka. 

Untuk menghadapi lembar baru dalam fase hidupmu, sebaiknya kamu melakukan cek kesehatan agar benar benar mengetahui keadaan tubuh dan kesehatan kamu dan pasanganmu.

Tujuan utama dari pre marital check up sendiri ialah agar kamu dan pasanganmu dapat mengetahui ada tidaknya penyakit genetik dan penyakit akibat infeksi yang sifatnya menular

 

 

 

Apa Saja yang Di Cek dalam Pre Marital Check Up ?

  1. Tes Golongan Darah

Tes golongan darah ini selain menentukan kamu golongan darah A, B, O atau AB, juga dapat menemukan golongan darahmu dan pasangan termasuk rhesus apa, rhesus positif atau rhesus negatif. Walaupun terkesan sederhana, namun hal ini merupakan hal sangat penting bila kamu dan pasangan akan menikah dan memiliki keinginan menimang buah hati, bila darahmu dan pasangan tidak cocok, bila terjadi kehamilan kelak ditakutkan akan mengganggu kesehatan dan perkembangan janin dan bayimu di masa depan.

 

  1. Tes Kelainan Darah

Tes kelainan darah ini menjadi penting adannya karena bila kamu kelak hamil namun memiliki kelainan pada darah, maka akan mengganggu kondisi kesehatan janin yang kamu kandung. Tes kelainan darah juga dapat menunjukan apakah ada penyakit thalassemia dan hemofila pada tubuh mu dan pasangan.

 

  1. Tes Penyakit Menular

Tes penyakit menular biasanya dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit menular seksual, penyakit HIV dan penyakit hepatitis B. Tes ini sangat penting dilakukan karena dengan tes in kamu dan pasangan sama sama tahu kesehatan organ seksual masing-masing sehingga sebelum memulai hidup baru sebagai suami dan istri. Kamu dan pasangan dapat sama-sama yakin kalian berdua sehat dan tidak akan menularkan penyakit kelamin kepada pasangan.

 

  1. Tes Penyakit Genetik

tes penyakit genetik ini akan mengungkapkan apakah kamu dan pasanganmu memliki penyakit genetik yang perlu diwaspadai sebelum memulai hidup baru sebagai suami dan istri sehingga dapat mencegah munculnya penyakit baru yang akan muncul bila sudah menjadi suami istri kelak.

 

Kapan harus dilakukan?

Premarital check up bisa Anda lakukan bersama pasangan beberapa bulan sebelum menikah atau setelah menikah atau ketika Anda sedang berencana memiliki anak. Dengan begitu, perencanaan Anda untuk memiliki anak menjadi lebih matang.

Bagaimana Jika Hasil Premarital Check Up Tidak Baik?

Haruskah pernikahan batal karena hasil premarital check up buruk? Jangan khawair, hasil premarital check up yang tidak baik bukan berarti pernikahan kamu dan pasangan batal. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penangan yang baik. Tujuan premarital check up bukanlah mencari kesalahan tapi menghindari hal buruk yang mungkin terjadi.

Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi sudah tidak ragu lagi untuk melakukan premarital check up bukan? Semoga bermanfaat dan selamat mempersiapkan pernikahan dengan bahagia.

 

Sumber :

  1. https://www.honestdocs.id/pre-marital-check-up
  2. https://www.fimela.com/beauty-health/read/3777404/haruskah-melakukan-premarital-check-up-sebelum-menikah-ini-manfaatnya
  3. https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/untuk-apa-premarital-check-up/

01/Jun/2020

Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro (in vitro fertilisation, IVF), atau sering disebut bayi tabung, adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita: in vitro (“di dalam gelas kaca”). Proses ini melibatkan pemantauan dan stimulasi proses ovulasi seorang wanita, mengambil suatu ovum atau sel-sel telur dari ovarium (indung telur) wanita itu dan membiarkan sperma membuahi sel-sel tersebut di dalam sebuah medium cair di laboratorium. Sel telur yang telah dibuahi (zigot) dikultur selama 2–6 hari di dalam sebuah medium pertumbuhan dan kemudian dipindahkan ke rahim wanita yang sama ataupun wanita yang lain, dengan tujuan menciptakan keberhasilan kehamilan.

Teknik-teknik IVF dapat digunakan dalam berbagai jenis situasi, dan merupakan salah satu teknik dalam teknologi reproduksi dengan bantuan untuk penanganan infertilitas. Teknik-teknik IVF juga digunakan dalam surogasi kehamilan, yang dalam kasus ini sel telur yang telah dibuahi ditanam di dalam rahim ‘titipan’ wanita lain sehingga anak yang dilahirkan secara genetik tidak terkait dengan wanita tersebut. Dalam beberapa situasi, sel-sel sperma atau sel-sel telur donasi dapat digunakan. Sejumlah negara melarang atau sebaliknya melakukan regulasi ketersediaan pengerjaan IVF sehingga menimbulkan wisata fertilitas. Pembatasan atas ketersediaan IVF misalnya karena biaya dan usia untuk menghasilkan suatu kehamilan yang sehat dalam jangka waktu normal. Karena biaya prosedur ini, IVF umumnya diupayakan hanya setelah pilihan lain yang lebih murah telah gagal.

Tingkat keberhasilan

Tingkat keberhasilan IVF adalah persentase dari semua prosedur IVF yang memberikan hasil sesuai keinginan. Tergantung pada jenis kalkulasi yang digunakan, hasil tersebut mungkin merepresentasikan jumlah kehamilan yang terkonfirmasi, disebut tingkat kehamilan, atau jumlah kelahiran hidup, disebut tingkat kelahiran hidup. Tingkat keberhasilannya bergantung pada berbagai faktor variabel seperti usia maternal, penyebab infertilitas, status embrio, riwayat reproduksi, dan faktor-faktor gaya hidup.

Usia maternal (maternal age): kandidat IVF yang lebih muda lebih memungkinkan untuk hamil. Wanita yang usianya lebih dari 41 tahun lebih mungkin hamil dengan suatu sel telur donor.

Riwayat reproduksi: wanita yang sebelumnya pernah hamil dalam banyak kasus lebih mungkin berhasil menggunakan IVF daripada wanita yang belum pernah hamil.

Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Tentang Klinik dr. Sander B

Klinik dr. Sander B telah memiliki akreditasi ISO 9001 & ISO 45001 dari United Registrar Of Systems (URS).

Latest news

Copyright © PT. DAYA ADICIPTA MEDIKA 2019. All rights reserved.

× Whatsapp kami sekarang!