Angina atau angin duduk

6 Maret 2020

Angin Duduk

Angina atau angin duduk adalah nyeri dada yang muncul akibat adanya gangguan/ berkurangnya aliran darah ke jaringan otot jantung akibat pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. Pembuluh koroner jantung berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah dengan baik. Ketika pembuluh koroner mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner, yaitu pembentukan plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah koroner (aterosklerosis). Pembuluh darah koroner yang sudah menyempit tersebut dapat makin menyempit saat penderita melakukan aktivitas.

Angina menyebabkan dada terasa seperti ditekan atau diremas. Bukan hanya di dada, tetapi juga di bahu, lengan, leher, atau punggung. Pada wanita, terkadang nyeri dada dapat terasa seperti ditusuk benda tajam. Kondisi ini biasanya terjadi selama 15 menit sampai gejalanya hilang perlahan. Angina bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Gejala lain yang dapat menyertai angina yaitu keringat dingin, mual, pusing, lemas dan sesak napas.

Jenis-jenis Angina:

  1. Angina Stabil

Arteri yang menyempit menyebabkan rasa sakit, tekanan, dan gejala lain ketika bergerak. Gejala biasanya hilang setelah beristirahat. Jika berada di bawah perawatan dokter, gunakan nitrogliserin untuk mendapatkan bantuan. 

  1. Angina tidak stabil

Ketika menderita jenis angina tidak stabil, dapat mungkin merasakan nyeri dada yang menjadi lebih intens, berlangsung lebih lama, atau bahkan terjadi ketika sedang beristirahat.

  1. Angina varian (angina Prinzmetal) 

Dibandingkan jenis angina lainnya, angina varian cenderung lebih jarang terjadi. Penyebab angin duduk jenis ini berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah. Hal ini terjadi ketika arteri koroner yang memasok darah dan oksigen ke jantung Anda mengalami penyempitan sementara karena spasme. Spasme adalah kondisi saat otot jantung yang tiba-tiba mengencang dan menegang hingga terasa sangat menyakitkan. Angina jenis ini dapat terjadi kapan saja, termasuk saat Anda beristirahat, biasanya saat tengah malam atau dini hari.

  1. Angina mikrovaskular 

Angina jenis ini disebabkan oleh penyakit mikrovaskuler koroner. Ini merupakan penyakit jantung yang memengaruhi pembuluh darah arteri koroner terkecil di jantung dan lebih cenderung terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penyakit mikrovaskuler koroner juga disebut sindroma jantung X dan PJK non-obstruktif. Penyebab angin duduk jenis ini umumnya terjadi saat Anda sedang aktif secara fisik atau mengalami gangguan emosional. Gejala ini biasanya mereda setelah beberapa menit, terlebih saat Anda duduk atau istirahat.

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang menimbulkan angina pada penderitanya. Faktor tersebut di antaranya:

    1. Kolesterol tinggi
    2. Diabetes
    3. Hipertensi
    4. Stres
    5. Obesitas
    6. Merokok
    7. Kurang berolahraga
    8. Memiliki keluarga yang pernah mengalami angin duduk
    9. Laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan 55 tahun ke atas
    10. Mengonsumsi minuman beralkohol telalu banyak

Supaya terhindar dari risiko angina, sudah saatnya bagi kita untuk menghindari berbagai faktor risikonya. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan medis untuk mendeteksi angina seperti:

    1. Elektrokardiogram (EKG), adalah alat yang berfungsi untuk mencatat aktivitas listrik jantung dan mendeteksi saat-saat jantung kekurangan oksigen
    2. Tes stress, adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk membaca tekanan darah dan hasil EKG saat pasien melakukan aktivitas fisik (lari di treadmill).
    3. Rontgen dada, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk melihat struktur dalam dada.
    4. Angiografi koroner, adalah prosedur medis yang menggunakan citra dan sinar-X khusus untuk melihat bagian dalam arteri koroner.
    5. Tes darah,adalah pemeriksaan kadar lemak, kolesterol, gula, dan protein.

Jika sudah memiliki penyakit jantung, lakukan hal-hal yang bisa membantu menunda penyempitan pembuluh darah. Berikut beberapa hal untuk mencegah angina:

    1. Mengontrol tekanan darah
    2. Membatasi makanan yang mengandung kolesterol tinggi
    3. Rutin olahraga
    4. Menjaga berat badan tetap sehat
    5. Mengendalikan gula darah
    6. Berhenti merokok dan kurangi konsumsi alkohol
    7. Tidur yang cukup, yaitu 6-8 jam sehari
    8. Menjaga gula darah bagi penderita diabetes

Sumber:

1.  Everything you need to know about angina. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8886.php, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 09:45 WIB.

2.  Angina (Chest Pain) https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain#.WQhqkNJ97IW, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 10:07 WIB.

3.  Angina – Causes, Symptoms & Treatments https://www.bhf.org.uk/informationsupport/conditions/angina, Diakses tanggal 22/07/2019, pukul: 10:00 WIB

Tentang Klinik dr. Sander B

Klinik dr. Sander B telah memiliki akreditasi ISO 9001 & ISO 45001 dari United Registrar Of Systems (URS).

Copyright © PT. DAYA ADICIPTA MEDIKA 2019. All rights reserved.

× Whatsapp kami sekarang!